Rabu, 20 Maret 2013

AREMA VS PERSEPAM MU 10/4/2013 OPTIMIS DAPAT IJIN


MALANG- Kebijakan Kapolda Jatim yang membekukan semua izin keamanan untuk kegiatan sepakbola di Jatim tak membuat manajemen Arema khawatir. Meski larangan itu berlaku untuk semua wilayah yuridiksi Jawa Timur, manajemen optimis semua laga home Arema tetap bisa diselenggarakan. Terdekat Arema akan menghadapi Persepam MU, 10 April 2013 di Stadion Kanjuruhan.
Larangan pertandingan sepakbola di Jawa Timur dikeluarkan oleh Kapolda 11 Maret lalu, tertuang dari Kawat Sandi Kapolda Jatim nomor KS/39/III/2013/Dit.Intelkam. Surat penundaan sementara semua laga sepakbola di Jatim hingga waktu yang tak ditentukan tersebut berlaku untuk ISL dan IPL.
Menanggapi hal ini, General Manager Arema, Ruddy Widodo menyebut, surat larangan pertandingan itu harusnya diterima oleh klub yang bersangkutan dari polres yang berwenang di yuridiksi Kabupaten Malang, tempat Stadion Kanjuruhan, kandang klub berjuluk Singo Edan itu.
“Sampai hari ini, kita belum menerima surat larangan itu. Tapi kami cukup yakin, dengan track record Aremania dan kawan-kawan panpel yang terus berkomunikasi, kami yakin nanti bulan April lawan Persepam Madura United, laga tetap bisa digelar,” tutur Ruddy ketika dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Selain itu, panpel pimpinan Abdul Harris selalu sukses menggelar pertandingan, dengan tolok ukur tidak pernah ada kerusuhan terjadi di Malang saat Arema bertanding. Tentu, hal ini yang jadi kekuatan bagi manajemen untuk memuluskan permohonan izin pertandingan dari Kapolres Malang.
“Panpel kita selalu sukses menggelar pertandingan, tentu kami sangat yakin laga home April nanti akan berjalan normal,” tegas pengusaha travel tersebut.
Seperti diketahui, Kapolda Jatim menerbitkan surat pelarangan pertandingan sepakbola di Jatim karena buntut penyerangan suporter Bonek, julukan Persebaya terhadap Aremania yang hendak menonton Kayamba Gumbs dkk melawan Gresik United, Kamis (7/3) lalu.
Persebaya DU sebelumnya sudah terusir dari Surabaya berdasarkan surat nomor B/1830/III/2013/Bagops yang ditandatangani Kapolrestabes Surabaya. Manajemen dan panpel Persebaya yang mencoba meminta izin bertanding di Pasuruan berujung kegagalan, karena larangan tersebut berlaku untuk wilayah Surabaya saja. Usaha Persebaya untuk mencari tempat lain harus terhenti karena larangan ini berlaku untuk wilayah Jatim.
Media Officer Arema, Sudarmadji punya pandangan lain menanggapi pelarangan Persebaya ini. Menurutnya, izin itu dilokalisir, berdasarkan penilaian dari pihak pengamanan setempat. “Izin itu dilokalisir dan ditempatkan secara objektif, semua klub di Malang punya catatan tak pernah terjadi kerusuhan, itu yang jadi modal besar optimis, laga Arema tetap digelar,” pungkas Sudarmadji.