Rencana tersebut mengemuka menyusul lolosnya tim Pulau Madura itu ke kancah Indonesia Super League (ISL) 2012/13 mendatang. Rencana tersebut membuat posi
si Pelatih Kepala Persepam Winedy Purwito terancam.
Winedy sudah membesarkan Persepam mulai dari Divisi II hingga melesat menjadi juara ketiga Divisi Utama beberapa waktu lalu. Nasibnya kini masih belum ditentukan oleh pihak manajemen. Di tengah ketidakpastian itu, manajemen Persepam sudah melobi Pikal.
Achmad Fawaid, koordinator suporter asal Kecamatan Pademawu menilai, penggantian posisi pelatih belum begitu dibutuhkan. Sebab, kualitas dan kapabilitas Winedy dalam menangani Persepam dinilai cukup sukses dalam empat tahun terakhir.
"Manajemen harus berpikir ulang soal perekrutan Wolfgang Pikal. Sebab, kultur pemain dan tim Persepam sudah menyatu di tangan Winedy Purwito," terangnya, Rabu (01/8/2012).
Farid Afandi, koordinator suporter Kecamatan Larangan berkata senada dengan Achmad. Menurutnya, daripada membayar mahal pelatih baru yang belum tentu mengerti karakter tim, sebaiknya manajemen membeli pemain kelas wahid.
"Manajemen perlu fokus pada perekrutan pemain saja, sebab pelatih bisa saja dievaluasi dan diganti jika performanya di tim tidak memuaskan," ungkapnya.
Sementara Manajer Persepam Pamekasan Ahsanul Qosasi Ahsanul mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Pikal.
"Kemungkinan Persepam akan dilatihnya. Saya kenal baik dan tahu betul kemampuannya. Kami akan terus melakukan pembicaraan," tegasnya.
Ahsanul mengaku dekat dengan pria yang juga mantan asisten pelatih Alfred Riedl sewaktu menangani timnas Indonesia beberapa waktu lalu.
Meski Pikal dinilai gagal menangani Arema, di mata Ahsanul bukan semata-mata karena kemampuannya tak sepadan, melainkan kondisi pemain "Singo Edan" yang tidak stabil.
Menanggapi soal penolakan komunitas suporter terhadap rencana itu, Ahsanul berkelit kalau Winedy tidak akan didepak dari Persepam.
"Nanti jabatannya akan kami turunkan menjadi asisten pelatih. Tapi, jika rencana untuk merekrut Pikal menemui jalan buntu, Winedy yang masih akan dipercaya untuk melatih tim," pungkasnya.
Winedy sudah membesarkan Persepam mulai dari Divisi II hingga melesat menjadi juara ketiga Divisi Utama beberapa waktu lalu. Nasibnya kini masih belum ditentukan oleh pihak manajemen. Di tengah ketidakpastian itu, manajemen Persepam sudah melobi Pikal.
Achmad Fawaid, koordinator suporter asal Kecamatan Pademawu menilai, penggantian posisi pelatih belum begitu dibutuhkan. Sebab, kualitas dan kapabilitas Winedy dalam menangani Persepam dinilai cukup sukses dalam empat tahun terakhir.
"Manajemen harus berpikir ulang soal perekrutan Wolfgang Pikal. Sebab, kultur pemain dan tim Persepam sudah menyatu di tangan Winedy Purwito," terangnya, Rabu (01/8/2012).
Farid Afandi, koordinator suporter Kecamatan Larangan berkata senada dengan Achmad. Menurutnya, daripada membayar mahal pelatih baru yang belum tentu mengerti karakter tim, sebaiknya manajemen membeli pemain kelas wahid.
"Manajemen perlu fokus pada perekrutan pemain saja, sebab pelatih bisa saja dievaluasi dan diganti jika performanya di tim tidak memuaskan," ungkapnya.
Sementara Manajer Persepam Pamekasan Ahsanul Qosasi Ahsanul mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Pikal.
"Kemungkinan Persepam akan dilatihnya. Saya kenal baik dan tahu betul kemampuannya. Kami akan terus melakukan pembicaraan," tegasnya.
Ahsanul mengaku dekat dengan pria yang juga mantan asisten pelatih Alfred Riedl sewaktu menangani timnas Indonesia beberapa waktu lalu.
Meski Pikal dinilai gagal menangani Arema, di mata Ahsanul bukan semata-mata karena kemampuannya tak sepadan, melainkan kondisi pemain "Singo Edan" yang tidak stabil.
Menanggapi soal penolakan komunitas suporter terhadap rencana itu, Ahsanul berkelit kalau Winedy tidak akan didepak dari Persepam.
"Nanti jabatannya akan kami turunkan menjadi asisten pelatih. Tapi, jika rencana untuk merekrut Pikal menemui jalan buntu, Winedy yang masih akan dipercaya untuk melatih tim," pungkasnya.