Jumlah pemasok kue-kue khas lebaran produksi lokal di salah satu supermarket meningkat dari satu menjadi tiga pemasok tahun ini.
Store Manager PT Hero Supermarket Tbk cabang Mal Ratu Indah I Ketut Prapto di Makassar, Kamis, mengatakan, pada Ramadan tahun lalu, produsen kue lebaran lokal yang menjadi pemasok hanya satu sementara tahun ini bertambah menjadi tiga.
Seperti tahun sebelumnya, dipasarkan pula produk serupa dari produsen dari luar Makassar. Namun, pihaknya tetap lebih mengedepankan produksi lokal. Salah satu produsen lokal kue lebaran, kata dia, memang menjadi pemasok langganan sejak tahun lalu.
Jika jumlah pemasok bertambah, tidak demikian dengan harga. Harga paket kue-kue lebaran produksi lokal yang telah dikemas dalam wadah cantik siap saji berkisar antara Rp45 ribu hingga Rp55 ribu.
Sementara yang dipasok dari luar Makassar berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp100 ribu."Tidak ada kenaikan harga," ujarnya.Selain itu, produk yang ditawarkan juga makin variatif baik dari bentuk, rasa maupun paket yang ditawarkan.
Meski demikian, dari sisi penjualan belum menunjukkan angka yang signifikan pada minggu pertama Ramadan. Padahal pada tahun sebelumnya, penjualan pada minggu pertama cukup menggembirakan. "Tahun lalu minggu pertama sudah banyak yang beli," katanya.
Bahkan, lanjut dia, dalam sehari produk kue yang laku terjual bisa mencapai 100 wadah dengan nilai kurang lebih Rp4,5 juta.
Ia memperkirakan, belum melonjaknya pembelian pada minggu pertama tahun ini karena masyarakat lebih selektif dan produk yang ditawarkan pun lebih variatif.
Diharapkan, pada minggu kedua Ramadan penjualannya sudah dapat meningkat, apalagi kali ini jumlah pemasoknya lebih banyak."Kami berharap banyak bisa lebih baik," ujarnya.
Ia mengaku optimistis, produk kue-kue lebaran yang dipasarkan akan menjadi pilihan masyarakat apalagi bagi mereka yang membelinya untuk dihadiahkan kepada orang lain, dipastikan akan sangat selektif.
Sedikit berbagi saran bagi penjual kue-kue lebaran, ia menekankan pentingnya merangkul pembeli dengan melakukan pendekatan yang melayani, promosi dan menyadari besarnya pengaruh 'display'.
