emang sedikit menuai tanda tanya, sebab mantan asisten pelatih timnas itu gagal total saat melatih Arema Indonesia yang berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim 2011-2012.
Saat seluruh punggawa tim ini melakukan pertemuan sekaligus buka bersama, Senin (30/7) Wenedy harus menerima kenyataan kalau manajemen belum membahas masa depannya. Manajer P-MU Achsanul Qosasi malah memberikan gambaran bahwa musim depan tim yang berjuluk Laskar Sapeh Kerap ini akan dilatih Pikal.
"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Wolfgang Pikal, kumungkinan P-MU akan dilatih dia. Saya kenal baik dan tahu betul dengan dia kemampuan dia. Kita akan terus melakukan pembicaraan," kata Qosasi.
Qosasi mengaku sudah tahu kalau Pikal pernah gagal menjadi pelatih Arema. Tapi hal itu tetap tidak menyurutkan niatnya untuk merekrutnya. Kegagalan itu bukan karena kulaitas Pikal yang jelek. Tapi lebih karena saat itu tim Arema belum stabil dan tidak mempunyai banyak persiapan. "Memang Pikal gagal di Arema, tapi saat itu karena Arema belum stabil dan pemainnya belum sempurna. Jika ia di P-MU, dengan persiapan matang hasilnya akan lain," kata Wakil Bendahara PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid itu.
Lalu bagaimana nasib Wenedy? Tampaknya ia akan turun jabatan menjadi asisten pelatih. Tapi, lanjut Qosasi, jika rencana untuk merekrut Pikal menemui jalan buntu, maka Wenedy masih akan dipercaya untuk melatih tim
Saat seluruh punggawa tim ini melakukan pertemuan sekaligus buka bersama, Senin (30/7) Wenedy harus menerima kenyataan kalau manajemen belum membahas masa depannya. Manajer P-MU Achsanul Qosasi malah memberikan gambaran bahwa musim depan tim yang berjuluk Laskar Sapeh Kerap ini akan dilatih Pikal.
"Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Wolfgang Pikal, kumungkinan P-MU akan dilatih dia. Saya kenal baik dan tahu betul dengan dia kemampuan dia. Kita akan terus melakukan pembicaraan," kata Qosasi.
Qosasi mengaku sudah tahu kalau Pikal pernah gagal menjadi pelatih Arema. Tapi hal itu tetap tidak menyurutkan niatnya untuk merekrutnya. Kegagalan itu bukan karena kulaitas Pikal yang jelek. Tapi lebih karena saat itu tim Arema belum stabil dan tidak mempunyai banyak persiapan. "Memang Pikal gagal di Arema, tapi saat itu karena Arema belum stabil dan pemainnya belum sempurna. Jika ia di P-MU, dengan persiapan matang hasilnya akan lain," kata Wakil Bendahara PSSI di masa kepemimpinan Nurdin Halid itu.
Lalu bagaimana nasib Wenedy? Tampaknya ia akan turun jabatan menjadi asisten pelatih. Tapi, lanjut Qosasi, jika rencana untuk merekrut Pikal menemui jalan buntu, maka Wenedy masih akan dipercaya untuk melatih tim